Pangdam XIII/Merdeka dan Ketua Persit Rayakan HUT ke-62 Provinsi Sulut dengan Baju Adat Minahasa

Peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) merupakan momen penting yang tidak hanya dirayakan oleh masyarakat, tetapi juga oleh para pemimpin daerah dan institusi yang berkomitmen untuk kemajuan wilayah ini. Dalam acara yang berlangsung pada tanggal 23 September 2026 di Lapangan Kantor Gubernur Sulut, kehadiran Panglima Kodam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XIII/Merdeka Ny. Lely Mirza Agus mengenakan busana adat Minahasa menjadi simbol penghormatan terhadap budaya lokal. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen untuk mendukung pembangunan daerah harus berakar pada nilai-nilai budaya yang telah ada sejak lama.
Makna Kehadiran Pangdam XIII/Merdeka
Kehadiran Pangdam XIII/Merdeka dan Ketua Persit dalam upacara ini bukan sekadar untuk meramaikan acara, melainkan menunjukkan simbol penghormatan yang mendalam terhadap budaya Minahasa. Pakaian adat yang dipakai menjadi representasi nyata dari rasa bangga terhadap kekayaan budaya Sulut. Hal ini juga mencerminkan dukungan penuh TNI dalam setiap langkah pembangunan yang dirancang oleh pemerintah daerah.
Pelaksanaan Upacara yang Khidmat
Upacara HUT ke-62 Provinsi Sulut dipimpin oleh Gubernur Yulius Selvanus dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Antara lain, Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, dan Danlanudsri Manado Marsma TNI Yoyon Kuscahyono. Kehadiran mereka semakin memperkuat rasa kebersamaan dalam perayaan ini.
- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus
- Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay
- Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi
- Danlanudsri Manado Marsma TNI Yoyon Kuscahyono
- Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Ny. Anik Yulius Selvanus
Refleksi dan Harapan dari Pangdam
Dalam sambutannya, Pangdam XIII/Merdeka menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada Provinsi Sulawesi Utara di hari jadi yang ke-62. Ia menekankan bahwa peringatan ini seharusnya menjadi momen untuk melakukan refleksi diri serta memperkuat sinergi dalam pembangunan daerah. Hal ini bertujuan untuk menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para leluhur kepada generasi sekarang.
Kebanggaan terhadap Budaya Lokal
Pangdam menyatakan, “Mengenakan pakaian adat ini adalah bentuk kebanggaan kami atas kekayaan budaya Sulawesi Utara. Ini adalah bukti bahwa kita harus selalu menghargai sejarah dan warisan budaya kita.” Ia mengajak semua pihak untuk terus melestarikan nilai-nilai budaya dan berkontribusi positif terhadap kemajuan serta keamanan masyarakat Sulut.
Sinergitas dalam Pembangunan Berkelanjutan
Melalui perayaan HUT ke-62 ini, diharapkan hubungan kerja antara Kodam XIII/Merdeka dan pemerintah daerah semakin erat. Sinergitas ini sangat penting untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah yang dikenal dengan sebutan Nyiur Melambai. Dengan kerjasama yang baik, diharapkan Sulawesi Utara dapat mencapai tujuan dan visinya sebagai provinsi yang maju dan sejahtera.
Menjaga Stabilitas dan Keamanan
Dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan, penting bagi semua pihak untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. TNI dan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi pertumbuhan masyarakat.
- Mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan
- Meningkatkan kerjasama antara TNI dan pemerintah daerah
- Menjaga keamanan sebagai prioritas utama
- Memperkuat nilai-nilai budaya lokal
- Menjamin keberlanjutan program-program pembangunan
Dengan semangat kebersamaan, kita dapat mewujudkan visi pembangunan Provinsi Sulawesi Utara yang lebih baik. Perayaan HUT ke-62 ini menjadi langkah awal untuk menyemangati seluruh elemen masyarakat dalam berkontribusi bagi kemajuan daerah. Bersama-sama, kita dapat melanjutkan warisan sejarah dan budaya yang telah ada sambil membangun masa depan yang lebih cerah.
➡️ Baca Juga: Masalah Gaza Jadi Pembicaraan di Pertemuan Prabowo dan Raja Yordania
➡️ Baca Juga: Pejabat Tinggi Iran, Dr. Ali Larijani, Meninggal Dunia Akibat Agresi Amerika-Israel



