uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
Aceh RayaDOB Terus BergulirKutarajaPanitia PemekaranPastikan PerjuanganSatukan Kekuatan

Panitia Pemekaran Aceh Raya Kuatkan Sinergi untuk Lanjutkan Perjuangan DOB

Perjuangan untuk mewujudkan Kabupaten Aceh Raya sebagai Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) terus menguat. Dalam upaya ini, panitia pemekaran melakukan konsolidasi yang lebih intensif, melibatkan berbagai elemen masyarakat. Tujuan dari langkah ini adalah untuk menyatukan kekuatan dan memperkuat langkah-langkah menuju terbentuknya kabupaten baru yang diharapkan dapat memberikan manfaat lebih bagi masyarakat setempat.

Pertemuan Konsolidasi di Aceh Besar

Pada tanggal 31 Oktober 2026, sebuah pertemuan penting diadakan di Hotel Madinatul Zahra, Lampeneurut Gampong, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah strategis dalam perjuangan pemekaran Aceh Raya.

Ketua Panitia Pemekaran CDOB Aceh Raya, Drs. H. Abdurrahman Ahmad, memimpin pertemuan ini. Banyak tokoh masyarakat dan unsur-unsur lain yang hadir, menunjukkan komitmen mereka untuk memperjuangkan pembentukan Kabupaten Aceh Raya.

Pentingnya Penguatan Organisasi

Abdurrahman menekankan bahwa penguatan organisasi merupakan langkah strategis yang sangat diperlukan. Hal ini bertujuan untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi antar elemen, serta memperluas partisipasi masyarakat dalam upaya pembentukan Kabupaten Aceh Raya.

Ia menegaskan bahwa perjuangan pemekaran tidak bisa hanya bergantung pada pengurus inti. Seluruh lapisan masyarakat harus terlibat aktif dan memberikan dukungan. Tanpa partisipasi luas, cita-cita ini sulit terwujud.

Membangun Gerakan Bersama

“Melalui pertemuan ini, kita ingin memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kecamatan. Gerakan bersama yang melibatkan semua elemen masyarakat sangat penting,” ujarnya. Menurut Abdurrahman, perjuangan ini harus dilakukan secara terstruktur, terkoordinasi, dan berkesinambungan agar dapat menghasilkan dampak yang maksimal.

Salah satu agenda penting dalam pertemuan adalah pembentukan berbagai wadah perjuangan masyarakat. Beberapa forum yang dibentuk meliputi Forum Masyarakat, Forum Pemuda, Forum Mahasiswa, Forum Keuchik, dan Forum Perempuan Aceh Raya. Sebelumnya, Forum Mukim telah lebih dahulu terbentuk sekitar dua tahun yang lalu.

Memperluas Basis Dukungan

Dengan adanya berbagai forum tersebut, diharapkan dapat menciptakan ruang partisipasi yang lebih luas. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat dukungan masyarakat terhadap agenda pemekaran Aceh Raya.

Selain itu, pertemuan juga membahas perkembangan terkait penyediaan lahan yang direncanakan menjadi lokasi ibu kota Kabupaten Aceh Raya, yang berada di tanah Reuleut di kawasan Lhoknga.

Proses Penyediaan Lahan Ibu Kota

Farhan AP, Ketua Percepatan Aceh Raya dan juga Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Besar, menjelaskan bahwa lahan seluas 36 hektare di Reuleut telah dihibahkan oleh Imuem Mukim Kecamatan Lhoknga untuk mendukung pembangunan kawasan ibu kota CDOB Aceh Raya.

Proses administrasi dan sertifikasi tanah tersebut saat ini masih berlangsung. “Alhamdulillah, lahan tersebut sudah dihibahkan untuk kepentingan rencana pembangunan ibu kota. Saat ini proses sertifikatnya sedang berjalan dan lahan ini diperuntukkan untuk kawasan ibu kota beserta fasilitas pendukung lainnya,” paparnya.

Pentingnya Ketersediaan Lahan

Ketersediaan lahan calon ibu kota menjadi salah satu aspek krusial dalam mempersiapkan syarat-syarat pembentukan daerah otonomi baru. Hal ini menunjukkan keseriusan panitia dalam mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk mewujudkan Kabupaten Aceh Raya.

Pertemuan konsolidasi ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap perkembangan perjuangan pemekaran, penyusunan rencana kerja, dan agenda selanjutnya. Pembagian tugas antar pengurus serta penguatan koordinasi lintas bidang dan wilayah juga menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan ini.

Pentingnya Semangat dan Soliditas

Dewan Pengarah CDOB Aceh Raya, H. Anwar Ahmad, SE., Ak., memberikan dorongan kepada seluruh panitia untuk tetap semangat meskipun pemerintah belum mencabut moratorium pembentukan daerah otonomi baru. Ia menilai bahwa kondisi ini tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan perjuangan.

“Kita harus terus mempersiapkan syarat-syarat administratif, memperkuat dukungan masyarakat, dan menjaga soliditas organisasi,” ucapnya. Anwar berharap agar panitia tetap konsisten dalam memperjuangkan pembentukan Kabupaten Aceh Raya. Ia menekankan pentingnya persiapan agar ketika pemerintah membuka kembali peluang pemekaran, Aceh Raya sudah siap.”

Momentum untuk Memperkuat Persatuan

Panitia berharap konsolidasi ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan menyatukan langkah seluruh elemen perjuangan. Dengan organisasi yang semakin solid dan persiapan yang matang, aspirasi untuk pembentukan Kabupaten Aceh Raya diharapkan dapat diperjuangkan melalui mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Setiap langkah yang diambil dalam perjuangan ini menunjukkan komitmen yang kuat dari semua elemen masyarakat. Dengan dukungan yang luas dan koordinasi yang baik, cita-cita untuk membentuk Kabupaten Aceh Raya bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.

    ➡️ Baca Juga: Peningkatan Kasus Covid-19: Masyarakat Diminta Waspada

    ➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Mengelola Saham Pertumbuhan Tinggi untuk Mempertahankan Valuasi Rasional Jangka Panjang

    Related Articles

    Back to top button