pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

slot gacor depo 10k slot depo 10k
EkonomiHEADLINEJakartaSiaran PersTeknologi

DANA Menyoroti Dampak Implementasi AI bagi Bisnis dan Pengembangan Talenta

Dalam era di mana teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin mendominasi, muncul pertanyaan penting: sejauh mana adopsi AI dapat memberikan dampak yang nyata bagi bisnis? Banyak perusahaan yang berinvestasi besar dalam teknologi ini, namun tidak semua merasakan keuntungan yang diharapkan. Oleh karena itu, penting untuk mengeksplorasi bagaimana implementasi AI bagi bisnis dapat menciptakan nilai yang terukur dan berkelanjutan.

Menemukan Nilai dalam Implementasi AI

Salah satu pertanyaan krusial yang perlu dijawab adalah apakah teknologi AI benar-benar mampu mengatasi tantangan yang ada, meningkatkan efisiensi, serta memberikan hasil yang jelas bagi perusahaan. Dalam konteks ini, DANA mengadakan inisiatif tahunan AI@Work Lab di IdeaFest 2026 untuk mengumpulkan pemimpin dari berbagai sektor, termasuk bisnis dan teknologi, guna mendiskusikan langkah-langkah konkret yang perlu diambil untuk mengimplementasikan AI secara efektif.

Melampaui Hype: Mencapai Nilai Bisnis Nyata

Pada sesi bertajuk “The AI Adoption Trap: Moving Beyond Hype to Real Business Value,” Vince Iswara, CEO & Co-Founder DANA Indonesia, serta Raymond Chin, Founder Genesis & Sevenpreneur, menekankan pentingnya mengukur keberhasilan AI tidak hanya dari tingkat penggunaan, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan terhadap proses bisnis. Penilaian ini harus mencakup perubahan nyata yang terjadi akibat penerapan teknologi ini.

“Adopsi AI bukanlah tujuan akhir. Nilai sesungguhnya akan tercipta ketika teknologi ini dapat menyelesaikan masalah yang ada, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, dan memberikan hasil yang dapat diukur. Namun, manusia tetap memegang peranan krusial dalam menentukan konteks, menjaga kualitas, mengelola risiko, dan bertanggung jawab atas hasil yang dihasilkan,” ujar Vince.

Peran Engineer dalam Era AI

Saat ini, sekitar 80-90% kode yang dikembangkan oleh DANA dihasilkan dengan dukungan AI. Namun, peran engineer dalam proses ini tetap sangat penting. Tugas mereka meliputi merumuskan masalah, merancang arsitektur sistem, melakukan validasi, memastikan keamanan, serta mengambil keputusan tentang hasil akhirnya.

Implementasi agentic AI dalam beberapa proses operasional DANA telah mencatat peningkatan produktivitas hingga 57%, sementara kepuasan pelanggan mengalami lonjakan sebesar 13%. Selain itu, percepatan dalam penyelesaian layanan juga meningkat sebesar 10% sepanjang tahun 2025.

Kesiapan Organisasi dan Talenta

Salah satu tema utama dalam diskusi ini adalah pentingnya kesiapan organisasi dan talenta dalam mengintegrasikan AI ke dalam proses kerja. Untuk itu, perusahaan perlu menciptakan ruang bagi eksperimen dengan teknologi baru sambil menjaga tata kelola dan penerapannya tetap bertanggung jawab.

Penerapan Smart Friction

Di DANA, salah satu pendekatan yang diambil adalah penerapan konsep Smart Friction, yang bertujuan untuk menambahkan lapisan verifikasi yang terukur pada aktivitas yang berisiko tinggi. Dengan kolaborasi yang dilakukan bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), langkah ini berhasil menurunkan aktivitas terindikasi perjudian online di platform hingga 80% sepanjang tahun 2025.

Transformasi Dunia Kerja Melalui AI

Dalam sesi “Beyond Coding: Building a Career AI Can’t Replace,” para pembicara termasuk Norman Sasono, CTO DANA Indonesia, dan Sai Prasad Kolluri, CTO Google Cloud Indonesia, mendiskusikan perubahan peran software engineer dan keterampilan yang semakin penting di masa depan. Meskipun kemampuan coding tetap esensial, keunggulan kompetitif kini beralih kepada kemampuan memahami bisnis, memecahkan masalah, merancang arsitektur, serta bertanggung jawab atas hasil secara menyeluruh.

“AI dapat membantu menjawab bagaimana melakukan sesuatu, tetapi engineer tetap bertanggung jawab atas alasan, tujuan, dan potensi risiko. Ketika pembuatan kode semakin mudah, kemampuan untuk memahami konteks dan menggunakan penilaian yang tepat menjadi semakin penting,” jelas Norman Sasono.

Diskusi yang Berorientasi pada Solusi

Melalui AI@Work Lab, DANA ingin mengarahkan diskusi mengenai AI ke dalam konteks yang lebih konkret. Ini bukan lagi sekadar tentang siapa yang tercepat dalam mengadopsi teknologi, tetapi lebih kepada tantangan apa yang dapat dipecahkan, hasil apa yang benar-benar berubah, dan bagaimana manusia dapat menggunakan teknologi ini secara bertanggung jawab.

Ruang untuk Eksperimen

Penting bagi perusahaan untuk memberikan ruang bagi tim untuk bereksperimen dengan AI, sambil memastikan bahwa setiap penerapan teknologi ini memiliki tujuan yang jelas, parameter keberhasilan yang dapat diukur, dan akuntabilitas yang pasti. Hal ini akan membantu dalam menciptakan lingkungan kerja yang adaptif dan inovatif.

  • Memastikan keberhasilan penerapan AI dengan menetapkan tujuan yang jelas.
  • Memberikan ruang bagi tim untuk melakukan eksperimen dan inovasi.
  • Mengukur dampak dan hasil dari penggunaan AI secara objektif.
  • Menjaga tata kelola yang baik dalam penerapan teknologi baru.
  • Mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Penerapan AI dalam bisnis tidak hanya tentang teknologi semata, tetapi juga tentang bagaimana manusia dapat beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi perubahan. Dengan pendekatan yang tepat, implementasi AI bagi bisnis dapat menciptakan peluang baru dan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar yang semakin kompetitif. Dengan demikian, penting untuk terus mengembangkan talenta dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung inovasi berkelanjutan.

    ➡️ Baca Juga: Strategi Tim Sepak Bola dalam Mengembangkan Pemain Multifungsi untuk Taktik Modern yang Fleksibel

    ➡️ Baca Juga: Istri Noel Mengungkap Yaqut Tidak Hadir di Rutan KPK Sejak Kamis Malam

    Related Articles

    Back to top button