Persit Ajendam XIII/Merdeka Berpartisipasi dalam Piala Panglima TNI melalui Stan Kuliner

Turnamen olahraga bergengsi Piala Panglima TNI telah menyulap suasana menjadi lebih meriah, tidak hanya di dalam arena pertandingan, tetapi juga di area sekitarnya. Dalam kesempatan ini, hadir berbagai stan kuliner yang menambah semarak acara. Salah satunya adalah stan yang dikelola oleh Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Ranting 3 Ajen Cabang III Spersdam XIII/Merdeka, yang menarik perhatian banyak pengunjung.
Peran Persit dalam Piala Panglima TNI
Keterlibatan Persit KCK Ranting 3 Ajendam XIII/Merdeka dalam penyediaan stan kuliner menunjukkan komitmen penuh para istri prajurit dalam mendukung suksesnya acara besar yang diselenggarakan oleh TNI. Stan ini tidak hanya ditata dengan rapi, tetapi juga menyajikan beragam pilihan makanan, mulai dari camilan khas daerah hingga minuman segar yang menggugah selera. Hal ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi para atlet dan penonton yang hadir.
Kepemimpinan dan Inisiatif
Ny. Emmy Suparno, selaku Ketua Persit KCK Ranting 3 Ajen Cabang III Spersdam XIII/Merdeka, menjelaskan bahwa partisipasi mereka bertujuan untuk menciptakan atmosfer yang lebih hidup selama pertandingan berlangsung. Selain itu, mereka ingin menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan anggota Persit. Momen ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan silaturahmi antara keluarga besar TNI dan masyarakat umum yang datang berkunjung.
Misi dan Harapan Persit KCK
Dalam pernyataannya, Ny. Emmy Suparno menambahkan, “Kami bertekad untuk memberikan kontribusi positif dalam mendukung Piala Panglima TNI. Melalui stan kuliner ini, kami berharap bisa menyediakan makanan yang tidak hanya higienis tetapi juga lezat bagi para pengunjung. Selain itu, kami ingin memperkenalkan produk-produk kuliner hasil kreativitas anggota Persit Ajendam XIII/Merdeka.”
Antusiasme Pengunjung
Sejak hari pertama acara hingga penutupan, stan kuliner yang dikelola oleh Persit Ajendam XIII/Merdeka tampak ramai dikunjungi. Pengunjung memberikan apresiasi yang tinggi terhadap cita rasa masakan yang disajikan, serta keramahan anggota Persit yang menjaga stan. Ini menunjukkan bahwa keberadaan stan kuliner tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyedia makanan, tetapi juga sebagai sarana interaksi sosial yang positif.
Kompetisi Olahraga yang Menggairahkan
Piala Panglima TNI yang berlangsung selama tiga hari ini mempertandingkan cabang olahraga basket 3×3. Kehadiran stan kuliner dari Persit KCK Ranting 3 Ajendam XIII/Merdeka diharapkan mampu menambah suasana meriah dan memberikan nilai tambah dari segi ekonomi kreatif selama berlangsungnya kompetisi. Hal ini menunjukkan bahwa acara ini tidak hanya sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi wadah bagi berbagai kegiatan yang mendukung komunitas.
Keberhasilan dan Dampak Sosial
Persit KCK Ranting 3 Ajen Cabang III Spersdam XIII/Merdeka telah berhasil menciptakan ruang yang tidak hanya mempromosikan kuliner, tetapi juga mempererat hubungan antar anggota komunitas. Dengan kehadiran stan ini, mereka berharap dapat mendorong lebih banyak kegiatan serupa di masa depan, yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya dukungan terhadap kegiatan TNI.
- Stan kuliner menjadi daya tarik utama di luar arena pertandingan.
- Persit KCK aktif mendukung kegiatan TNI melalui berbagai inisiatif.
- Pengunjung memberikan apresiasi tinggi terhadap cita rasa dan pelayanan.
- Kegiatan ini memperkuat silaturahmi antara TNI dan masyarakat.
- Stan kuliner sebagai sarana untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Dengan semangat kolaborasi dan dukungan dari semua pihak, Piala Panglima TNI tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebuah perayaan budaya dan kekompakan antara TNI dan masyarakat. Persit KCK Ranting 3 Ajendam XIII/Merdeka, dengan stan kuliner mereka, telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberhasilan acara ini, menciptakan kenangan yang tak terlupakan bagi semua yang terlibat.
➡️ Baca Juga: Maulid Diperingati Setiap Rabiul Awal: Sejarah Lengkap dan Makna Pentingnya
➡️ Baca Juga: Regulasi PDP Indonesia bikin WhatsApp musti bayar Rp 10 ribu per bulan, ini tanggapan Meta




