Kepungan Asap Karhutla Kian Memburuk, Sekolah di Kutai Timur Resmi Dialihkan ke PJJ

— Paragraf 1 —
KUTIM — Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang semakin pekat memaksa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur menghentikan sementara proses belajar tatap muka. Terhitung mulai Jumat (18/9/2026), seluruh siswa dari tingkat TK hingga SMP dialihkan ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
— Paragraf 2 —
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa keselamatan serta kesehatan para siswa dan tenaga pendidik menjadi prioritas utama di tengah memburuknya kualitas udara.
— Paragraf 3 —
“Kondisi kualitas udara saat ini semakin memburuk. Karena itu, untuk sementara pembelajaran tatap muka kita hentikan dan dialihkan ke pembelajaran jarak jauh mulai 18 September,” ujar Mulyono.
— Paragraf 4 —
Langkah ini diambil menyusul rapat koordinasi darurat bersama jajaran Pemkab Kutim, Dinas Kesehatan, dan para camat. Mulyono menjelaskan bahwa pelaksanaan PJJ dapat dilakukan fleksibel sesuai kesiapan tiap sekolah.
— Paragraf 5 —
“Pembelajaran dapat dilakukan secara daring maupun melalui pemberian tugas mandiri kepada siswa,” tuturnya.
— Paragraf 6 —
Meski siswa belajar dari rumah, para guru tetap diwajibkan memantau perkembangan belajar anak serta mengimbau orang tua agar membentengi anak-anak dari paparan udara luar yang berbahaya.
— Paragraf 7 —
“Penyesuaian pembelajaran dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara di masing-masing wilayah,” katanya menutup penjelasan terkait koordinasi lintas jenjang. (*)
➡️ Baca Juga: Bupati Dairi Diskusikan Strategi Penguatan Ekonomi Daerah Bersama Dirjen Kemenkeu
➡️ Baca Juga: Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kepri Marzuki Salurkan Bingkisan kepada Warga Gunung Durian

