Ketua DPRK Irwansyah ST Dorong Penguatan Pageu Gampong untuk Saring Budaya Negatif

Dalam era globalisasi yang semakin pesat, tantangan terhadap budaya lokal kian meningkat. Di tengah arus informasi dan kebudayaan yang masuk dari berbagai penjuru, penting untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal. Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, S.T., mengungkapkan betapa pentingnya penguatan Pageu Gampong sebagai langkah strategis dalam menjaga dan menyaring nilai-nilai budaya yang tidak sejalan dengan syariat Islam. Upaya ini juga bertujuan untuk memperkuat pengawasan terhadap budaya asing yang berpotensi merusak identitas lokal Aceh.
Pembukaan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pageu Gampong
Irwansyah menyampaikan pendapatnya saat membuka acara peningkatan kapasitas (capacity building) untuk unsur Pageu Gampong yang diselenggarakan oleh Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh. Acara ini berlangsung di Aula Hotel Hanifi, Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, pada hari Senin, 28 September 2026.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Staf Ahli Wali Kota Banda Aceh Bidang Keistimewaan, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia (SDM), Tgk. H. Ridwan Ibrahim, S.Ag., M.Pd., serta Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Alimsyah, S.Pd., M.S., yang bersama dengan jajaran DSI lainnya menunjukkan komitmen terhadap penguatan nilai-nilai syariat di masyarakat.
Banda Aceh: Kota Multikultural
Dalam sambutannya, Irwansyah menggarisbawahi bahwa Banda Aceh kini menjadi salah satu tujuan utama bagi masyarakat dari berbagai daerah, baik untuk tujuan wisata maupun pendidikan. Keberadaan beberapa perguruan tinggi di kota ini menarik mahasiswa dari berbagai latar belakang, termasuk dari luar negeri, yang membawa beragam budaya dan kebiasaan.
Keberagaman ini, meskipun memberikan warna tersendiri, juga berpotensi menimbulkan pergeseran nilai yang dapat berdampak pada budaya lokal. Oleh karena itu, Irwansyah menekankan pentingnya peran Pageu Gampong sebagai penjaga yang akan menyaring budaya luar agar tidak bertentangan dengan kearifan lokal dan nilai-nilai syariat Islam.
Peran Pageu Gampong dalam Menjaga Kearifan Lokal
“Kehadiran Pageu Gampong sangatlah penting untuk memastikan bahwa budaya luar yang masuk tidak bertentangan dengan kearifan lokal dan syariat Islam,” jelas Irwansyah. Dalam konteks ini, Pageu Gampong berfungsi sebagai filter sosial yang akan mengawasi dan memberi edukasi kepada masyarakat mengenai penerapan nilai-nilai yang berlaku di Aceh.
Contoh konkret yang disampaikan Irwansyah adalah mengenai kebiasaan berpakaian saat berolahraga. Menurutnya, terdapat banyak kebiasaan dari luar yang perlu disesuaikan dengan nilai-nilai syariat, seperti penggunaan celana pendek saat berolahraga. Tugas Pageu Gampong adalah untuk memberikan pemahaman yang tepat agar syariat Islam dapat diimplementasikan dengan baik di masyarakat.
Keterlibatan Masyarakat dalam Menjaga Nilai Syariat
Irwansyah menekankan bahwa Banda Aceh memiliki banyak pintu masuk bagi pendatang. Oleh karena itu, perlunya pengawasan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah kota, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat di tingkat gampong. Setiap gampong yang menjadi tempat tinggal pendatang memegang peranan penting dalam membangun komunikasi dan menjaga lingkungan.
Perkembangan teknologi dan modernisasi juga menjadi tantangan tersendiri. Irwansyah mengingatkan bahwa kemajuan ini tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai kearifan lokal dan syariat Islam. Pageu Gampong harus berfungsi sebagai jembatan, yang tidak hanya menghambat perkembangan tetapi juga menjadi filter agar teknologi dan modernisasi tetap dapat diterima sesuai dengan kearifan lokal.
Usulan Radar Komunitas Digital
Untuk memperkuat komunikasi di tingkat gampong, Irwansyah mengusulkan agar setiap gampong memiliki saluran komunikasi khusus yang menghubungkan antar dusun serta perangkat terkait. Usulan ini tertuang dalam konsep Radar Komunitas Digital, yang berfungsi sebagai Hotline Dusun. Sistem ini akan memudahkan pelaporan berbasis grup komunikasi di setiap dusun yang terhubung dengan perangkat gampong, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Wilayatul Hisbah (WH).
Dengan adanya sistem ini, informasi mengenai situasi mencurigakan, potensi pelanggaran syariat, maupun gangguan keamanan dapat segera disampaikan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti. “Setiap ada pergerakan yang mencurigakan, baik itu potensi maksiat maupun kriminalitas, bisa dilaporkan dan diantisipasi dalam waktu yang cepat,” ungkap Irwansyah.
Koordinasi Antar Gampong
Irwansyah berharap bahwa sistem komunikasi yang diusulkan dapat memudahkan gampong-gampong yang berdekatan untuk saling berkoordinasi dalam menjaga lingkungan. “Karena di Banda Aceh, gampongnya saling berdekatan, maka mereka bisa saling menjaga satu sama lain,” tambahnya.
Kegiatan peningkatan kapasitas tersebut diikuti oleh sekitar 100 peserta, yang terdiri dari unsur pemuda gampong dan perwakilan dari kantor camat. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam berpartisipasi dan memperkuat nilai-nilai kearifan lokal serta syariat Islam di Banda Aceh.
Pentingnya Pendidikan dan Penyuluhan
Pendidikan dan penyuluhan menjadi kunci dalam penguatan Pageu Gampong. Melalui program-program yang melibatkan masyarakat, pemahaman tentang nilai-nilai lokal dan syariat Islam dapat ditanamkan sejak dini. Ini akan menciptakan generasi yang tidak hanya memahami identitas budaya mereka, tetapi juga mampu menjaga dan melestarikannya di tengah arus modernisasi.
Selain itu, kegiatan penyuluhan juga dapat melibatkan tokoh masyarakat, ulama, dan pemuda untuk memberikan perspektif yang lebih luas mengenai pentingnya menjaga budaya lokal. Keterlibatan mereka dalam setiap program akan meningkatkan efektivitas pengawasan dan penyaringan budaya luar yang masuk.
Pemanfaatan Teknologi dalam Penguatan Pageu Gampong
Teknologi juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung penguatan Pageu Gampong. Dengan adanya aplikasi digital, masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi mengenai nilai-nilai lokal, syariat Islam, dan berita terbaru terkait kegiatan di gampong mereka. Ini akan menciptakan rasa kebersamaan dan kepedulian di antara warga.
Dengan memanfaatkan teknologi, Pageu Gampong dapat melakukan pemantauan yang lebih efektif terhadap perkembangan di lingkungan mereka. Misalnya, melalui platform online, masyarakat bisa melaporkan kejadian atau isu penting yang terjadi di gampong secara langsung. Hal ini akan memudahkan koordinasi dan respons cepat dalam menghadapi setiap permasalahan yang muncul.
Kolaborasi dengan Pihak Eksternal
Selain upaya dari dalam gampong, kolaborasi dengan pihak eksternal juga sangat diperlukan. Kerjasama dengan lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan pemerintah daerah dapat memperkuat program penguatan Pageu Gampong. Pihak-pihak ini dapat memberikan dukungan dalam hal pendidikan, penyuluhan, bahkan pendanaan untuk program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan adanya kerjasama yang baik, setiap gampong dapat lebih optimal dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Ini juga akan membuka peluang bagi pengembangan potensi lokal yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Membangun Kesadaran Bersama
Pentingnya membangun kesadaran bersama di kalangan masyarakat mengenai penguatan Pageu Gampong tidak dapat dipandang sebelah mata. Sosialisasi yang intensif mengenai program-program ini akan membuat masyarakat lebih paham akan peran mereka dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai lokal.
Dengan adanya kesadaran yang tinggi, masyarakat akan lebih aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan Pageu Gampong. Hal ini juga akan memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap kearifan lokal serta syariat Islam yang dianut.
Kesimpulan
Penguatan Pageu Gampong merupakan langkah penting dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal dan syariat Islam di Banda Aceh. Melalui pendidikan, penyuluhan, dan pemanfaatan teknologi, masyarakat dapat lebih siap menghadapi tantangan budaya yang datang dari luar. Dengan dukungan dan partisipasi aktif dari semua pihak, diharapkan budaya lokal Aceh dapat terus terjaga dan dilestarikan di tengah arus modernisasi.
➡️ Baca Juga: Skandal Baru Guncang Dunia Budaya Tanah Air
➡️ Baca Juga: Zakiyuddin Harahap Memimpin HKTI untuk Meningkatkan Pertanian dan Kesejahteraan Petani