pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

slot gacor depo 10k slot depo 10k
evakuasiPeristiwasimalungunsungai lobangTenggelamTim Sar

Korban Tenggelam di Sungai Lobang Ditemukan Tewas di Kedalaman 10 Meter

Pencarian korban tenggelam di Sungai Lobang, Simalungun, berakhir tragis ketika Mahyar (25) ditemukan meninggal dunia di kedalaman 10 meter. Insiden ini menyoroti pentingnya keselamatan saat beraktivitas di perairan, terutama saat menyelam tanpa peralatan yang memadai.

Kronologi Kejadian

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menjelaskan bahwa insiden ini terjadi pada hari Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Korban melakukan penyelaman di Pemandian Alam Sejuk Sungai Lobang dalam upaya untuk membuka tali buoy yang terikat di dasar sungai.

Setelah beberapa menit berlalu tanpa adanya tanda-tanda kemunculan dari korban, kekhawatiran mulai menyelimuti warga di sekitar lokasi. Mereka segera melaporkan kejadian tersebut ke call center darurat 115 Basarnas, meminta bantuan untuk mencari korban yang hilang.

Pengiriman Tim SAR

Setelah menerima laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Danau Toba segera menuju lokasi kejadian dan tiba sekitar pukul 21.40 WIB. Proses pencarian pun dimulai dengan membagi tim menjadi dua kelompok pencarian, yang dikenal sebagai Search and Rescue Unit (SRU).

Unit Pencarian Pertama

SRU 1 ditugaskan untuk mencari korban di area sekitar lokasi tenggelam. Mereka menggunakan peralatan deteksi bawah air yang dikenal sebagai aqua eye dan melakukan penyelaman untuk menemukan Mahyar. Namun, pencarian ini tidaklah mudah.

Unit Pencarian Kedua

Sementara itu, SRU 2 melanjutkan pencarian dengan menyisir daratan di sekitar lokasi hingga sejauh 100 meter ke hilir sungai. Mereka berharap dapat menemukan jejak korban di sepanjang aliran sungai yang dalam dan berarus.

Kendala dalam Pencarian

Proses pencarian korban menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu kendala utama adalah kedalaman lubuk sungai yang cukup dalam, yang membuat upaya penyelaman menjadi semakin sulit. Selain itu, pencarian yang dilakukan pada malam hari menambah kompleksitas, karena keterbatasan penerangan menghambat kemampuan tim dalam melihat dengan jelas.

Tim SAR bekerja keras meskipun dalam kondisi yang kurang ideal. Mereka tetap berusaha sekuat tenaga untuk menemukan Mahyar, berharap dapat memberikan kabar baik kepada keluarga yang menunggu dengan cemas di tepi sungai.

Penemuan Korban

Akhirnya, sekitar pukul 23.40 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan Mahyar di dasar sungai pada kedalaman sekitar 10 meter. Sayangnya, ketika ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati, dan pada pukul 00.20 WIB, tim berhasil mengangkat korban dari dasar sungai. Setelah dievakuasi, Mahyar diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.

Pentingnya Keselamatan di Kawasan Pemandian Alam

Hery Marantika mengingatkan kepada masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai atau kawasan pemandian alam. Dia mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas penyelaman tanpa peralatan yang memadai dan kemampuan yang diperlukan.

  • Perhatikan kondisi perairan dan kedalaman sungai.
  • Kenali arus sungai sebelum melakukan aktivitas.
  • Gunakan perlengkapan keselamatan saat berenang atau menyelam.
  • Hindari penyelaman secara manual tanpa pengawasan.
  • Segera laporkan kepada pihak berwenang jika ada kejadian yang mencurigakan.

Kesadaran akan keselamatan di perairan penting untuk mencegah insiden serupa di masa depan. Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dan selalu memprioritaskan keselamatan saat beraktivitas di area yang berisiko. Dengan mengikuti panduan dan saran dari pihak berwenang, diharapkan tragedi ini tidak akan terulang lagi.

    ➡️ Baca Juga: Universitas Negeri: Menyediakan Pendidikan Berkualitas

    ➡️ Baca Juga: Peluang Kerja TI Indonesia: Karir di Industri Teknologi

    Related Articles

    Back to top button