Fluktuasi Harga Bahan Pokok di Pasar Pangururan Samosir: Cabai Turun, Bawang Merah Impor Naik

Sebuah fenomena fluktuasi harga bahan pokok telah terjadi di Pasar Pangururan, Samosir. Berbagai komoditas utama yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat mengalami perubahan harga, ada yang turun, ada pula yang cenderung stabil, dan tidak sedikit yang malah mengalami kenaikan.
Cabai dan Ikan Dencis Turun Harga
Salah satu komoditas yang mengalami penurunan adalah cabai rawit hijau. Berdasarkan data pemantauan, harga cabai rawit hijau mengalami penurunan cukup drastis, dari Rp 30.000 per kilogram pada 23 Februari dan 4 Maret menjadi Rp 22.000 per kilogram pada 11 Maret 2026. Artinya, terjadi penurunan harga sebesar Rp 8.000.
Demikian juga dengan cabai merah keriting, mengalami penurunan yang sama persis dengan cabai rawit hijau. Harga cabai merah keriting turun dari Rp 30.000 per kilogram pada 4 Maret menjadi Rp 22.000 per kilogram pada 11 Maret 2026.
Komoditas lainnya yang mengalami penurunan adalah ikan dencis. Harga ikan dencis turun dari Rp 45.000 per kilogram pada 4 Maret menjadi Rp 40.000 per kilogram pada 11 Maret 2026. Jadi, terjadi penurunan sebesar Rp 5.000.
Tomat Turun, Bawang Merah Impor Malah Naik
Harga tomat juga ikut mengalami penurunan. Pada 23 Februari, harga tomat berada di angka Rp 10.000 per kilogram, namun pada 11 Maret 2026, harga tersebut turun menjadi Rp 8.000 per kilogram atau mengalami penurunan sebesar Rp 2.000.
Di sisi lain, terjadi kenaikan harga pada bawang merah impor. Harga komoditas ini naik dari Rp 35.000 per kilogram pada 4 Maret menjadi Rp 40.000 per kilogram pada 11 Maret 2026 atau naik sebesar Rp 5.000.
Harga Komoditas Lainnya Cenderung Stabil
Beberapa komoditas lainnya relatif stabil selama periode pemantauan. Misalnya beras premium yang dijual dengan harga Rp 15.600 per kilogram, sedikit lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp 15.400 per kilogram. Sementara itu, beras medium berada di harga Rp 14.500 per kilogram, juga sedikit di atas HET yaitu Rp 14.000 per kilogram.
Harga daging sapi juga stabil, yakni Rp 150.000 per kilogram. Sementara daging ayam broiler dijual seharga Rp 46.000 per kilogram, harga ini lebih tinggi dibandingkan HET yang ditetapkan sebesar Rp 40.000 per kilogram.
Minyak Goreng dan Gula Pasir
Untuk komoditas minyak goreng, harga jualnya adalah Rp 15.700 per liter dan itu sesuai dengan HET. Sementara gula pasir berada di harga Rp 18.000 per kilogram, sedikit di atas HET yaitu Rp 17.500 per kilogram.
Harga telur ayam ras juga terpantau stabil, yakni sekitar Rp 29.333 per kilogram dengan HET Rp 30.000 per kilogram. Sedangkan jagung pipilan kering dijual dengan harga Rp 8.000 per kilogram, harga ini lebih tinggi dari HET yaitu Rp 5.800 per kilogram.
Fluktuasi Harga Dipengaruhi Pasokan
Ferdinand Sitanggang selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Samosir, menjelaskan bahwa fluktuasi harga pada sejumlah komoditas seperti cabai dan tomat disebabkan oleh peningkatan pasokan dari petani sehingga harga di tingkat pasar mengalami penurunan.
Sitanggang menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan harga secara berkala di Pasar Pangururan untuk memastikan harga bahan pokok tetap terkendali dan tidak melampaui HET yang telah ditetapkan pemerintah. Pernyataan ini disampaikannya pada Kamis (11/3/2026), di Pangururan.
➡️ Baca Juga: Lonjakan COVID-19 di Singapura-Thailand: Kondisi Terkini RI
➡️ Baca Juga: Kementerian ATR/BPN Mendukung Ketahanan Energi Melalui Penyediaan dan Pengaturan Lahan Efisien